Kamis (24/2), Pusat Pembinaan Analis Kebijakan LAN didukung kerja sama dengan Tanoto Foundation kembali mengadakan kegiatan Virtual Public Lecture (VPL). VPL ini merupakan seri perdana di tahun 2022. Edisi pertama VPL mengusung tema, “Presidensi G-20 sebagai Momentum Membangun Agenda Kebijakan Indonesia dalam Meningkatkan Pemulihan Berbagai Sektor di Tingkat Global”, menghadirkan Keynote Speaker Bpk. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, dengan pembicara Bpk. Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional (Deputi VII) Kemenko Perekonomian, yang menyampaikan materi “Urgensi Peran Indonesia dan Agenda Kebijakan Indonesia dalam Presidensi G-20”, dan Bpk. Wempy Saputra, Staf Ahli Kementerian Keuangan, yang menyampaikan materi “Manfaat dan Dampak G-20 terhadap Kepentingan Nasional Indonesia dan Tantangan Mengoptimalkan Manfaat G-20 bagi Indonesia.” Bertindak sebagai Moderator adalah Bpk. Dalyono, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Keuangan. Hadir membuka acara adalah Bpk. Tri Widodo Wahyu Utomo, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN. Turut hadir Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan, Bpk. Yogi Suwarno dan Kepala Pusat Kajian Manajemen ASN, Ibu Elly Fatimah. Di dalam webinar zoom hadir juga rekan-rekan Pusaka dan juga panitia dari Tanoto Foundation, Ibu Nety Tarigan, Bpk. Ingga dan tim. Di dalam kata sambutannya Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan harapannya agar melalui G20 Indonesia ke depannya dapat semakin berperan lebih di pentas global dengan tiga agenda utama, yaitu melalui restrukturisasi arsitektur kesehatan global dan pembentukan joint finance dan health task-force, transformasi ekonomi berbasis digital melalui pengembangan literasi digital yang produktif, inklusif dan berkesinambungan dan kesepakatan global untuk mempercepat transisi energi yang adil dan terjangkau. Gelaran Presidensi G-20 merupakan momentum yang tepat guna mencapai pemulihan ekonomi nasional dan daerah. Dari kegiatan G-20 yang direncanakan terdiri atas 400 event yang akan dilaksanakan diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di daerah. Manfaat dari ekonomi G20 diperkirakan mencapai Rp 7,4 trilyun dan menyerap 33.000 ribu tenaga kerja tambahan. Indonesia akan terus terbuka dan mendukung kerja sama berbagai pihak baik pemangku kepentingan di dalam maupun kerja sama dengan negara-negara G20 serta organisasi internasional agar transformasi yang dilakukan di Indonesia dapat adaptif, responsif serta inklusif.Salam Analis Kebijakan!

Categories: berita

2 Comments

ARIFAH · March 19, 2022 at 2:45 am

Apakah kami bisa dikirimkan link sertifikat untuk VPL seri 1 2022. Tks

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.